Kategori
Saran Start-Up

Tertarik Buat Startup Kecantikan? Ini Peluangnya!

Tak hanya wanita, kesadaran pria untuk selalu menjaga penampilan ternyata lebih tinggi. Kebutuhan untuk merawat kecantikan dan kesehatan wajah membuat kebutuhan akan produk kosmetik semakin meingkat. Ini tentu membuka peluang bisnis yang bisa mendatangkan keuntungan.

Tahukah Anda, menurut euromonitor.com, potensi pasar produk kecantikan dan perawatan tubuh di Indonesia bisa mencapai US$8,46 miliar (atau sekitar Rp120 triliun) pada 2022. Saat ini rata-rata masyarakat Indonesia hanya membayar US$24 (sekitar Rp314.000) per tahun untuk membeli produk kecantikan. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia dan Filipina. Namun, karena jumlah penduduknya yang besar, potensi pasar kecantikan Tanah Air sangat diminati.

Dikutip dari statista.com, pendapatan pasar Beauty & Personal Care diperkirakan mencapai Rp106 triliun selama 2021. Pasar ini juga diharapkan tumbuh 6,46% setiap tahunnya. Para pelaku industri kecantikan juga telah memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana untuk memfasilitasi kebutuhan bertransaksi. Menurut e-Conomy SEA 2020, selama pandemi, persentase pembelian produk kecantikan dan perawatan pribadi secara online meningkat sebesar 12%. Perkembangan social commerce di ranah digital juga menciptakan kebutuhan penjual dan konsumen untuk dapat bertransaksi dengan aman. Peran startup gateway pembayaran, yang menyediakan opsi pembayaran non tunai, adalah untuk mendukung perkembangan social commerce.

Berdasarkan survei Neurosensum Q1 2021, adopsi e-wallet dalam pembelian layanan kecantikan dan produk di platform e-commerce, Shopee pay, jauh lebih unggul ketimbang pesaingnya, seperti Dana, OVO, Go Pay, dan Link Aja. Tidak hanya itu, hingga saat ini pasar kecantikan di Indonesia juga telah banyak dimanfaatkan oleh para penjual toko online melalui media sosialnya. Maraknya kebutuhan barang untuk kecantikan dari komunitas lokal maupun internasional dimanfaatkan oleh para toko online untuk terus berinovasi.Melihat fakta tersebut, tidak berlebihan jika menganggap inovasi startup lokal sangat dipengaruhi oleh arus interaksi sosial yang tinggi di masyarakat Indonesia. Evolusi dan perkembangan yang terpengaruh oleh hal ini tampaknya juga tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Baik dalam kehidupan sehari-hari individu maupun untuk kegiatan bisnis, interaksi sosial harus dilihat sebagai salah satu aspek yang mendorong kemajuan industri teknologi di Indonesia. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: