Kategori
Saran Start-Up

Hal-hal yang Perlu Startup Founder Ketahui Sebelum Lakukan Pivot

Di dunia startup, pertumbuhan tahap awal sangatlah penting. Jika sama sekali tidak ada perubahan dalam jangka waktu tertentu, misalnya tiga  sampai enam bulan, maka saatnya mempertimbangkan pivot. Tapi, tunggu dulu. Apakah Anda tahu apa itu pivot dalam startup?

Buku “The Lean Startup” mendefinisikan pivot sebagai “perubahan terstruktur yang dirancang untuk menguji hipotesis baru yang fundamental tentang produk, strategi, dan growth engine.” Jadi, pivot biasanya terjadi ketika perusahaan melakukan perubahan mendasar pada bisnisnya setelah menentukan (biasanya melalui riset pasar) bahwa produknya tidak memenuhi kebutuhan pasar, atau dikenal dengan product market fit (investing.com).

Misalnya, Anda tahu Instagram ‘kan? Siapa sangka media sosial yang banyak digunakan ini ternyata hasil dari sebuah proses pivot. Sebelumnya, Kevin Systrom dan Mike Krieger, selaku Co-Founders Instagram, punya produk bernama Burbn. Instagram versi lama ini menghadirkan begitu banyak fitur. Mulai dari berbagi foto hingga check-in lokasi. Namun, Burbn gagal karena tidak fokus dan terlalu banyak fiturnya. Jadi, mereka memilih zoom in pivot dengan berbagai pertimbangan. 

Bagi yang belum tahu, zoom in pivot adalah metode pivot yang fokus pada beberapa produk dan memilih untuk mempertahankan fitur yang paling banyak digunakan oleh pengguna (id.techinasia.com). Hasil zoom in pivot ini merupakan produk yang kini sudah Anda kenal di Instagram. Hasil pivot mereka terbukti memberikan kualitas yang lebih baik dan menambah penghasilan. Nah pertanyaannya, kondisi seperti apa yang dialami oleh para startup yang harus melakukan pivot? Ini saran sebagaimana dikutip dari id.techinasia.com:

  1. Ketika startup tidak berkembang setelah mencoba segala kemungkinan.
  2. Ketika skenario yang Anda susun tidak berhasil. Biasanya keuntungan penjualan produk/jasa, atau pertumbuhan jumlah pengguna, tidak sesuai skenarion. 
  3. Ketika sesuatu terjadi di luar kemauan. Misalnya, seorang investor tiba-tiba mundur di tengah jalan. 

Melakukan pivot bukanlah sesuatu yang memalukan. Malah pivot sebenarnya mampu menyelamatkan bisnis Anda, sehingga bisa beradaptasi dengan pasar dan menyelamatkan orang-orang di dalamnya. Perubahan yang mempengaruhi bisnis akan selalu terjadi sejalan dengan kondisi pasar. Pendiri startup tidak boleh gegabah dan harus selalu peka terhadap inovasi yang ada di pasar atau yang dibuat oleh kompetitor. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: