Kategori
Saran Start-Up

Profil Bisnis: DJANDRA ON PHOTOGRAPHY

DOP hadir dengan foto dan video hasil momen-momen klien yang ditangkap. Berfokus pada berbagai dokumentasi acara mulai dari personal (ulang tahun dan hari jadi), perusahaan (gathering dan seminar), serta untuk acara sekolah dan kampus. DOP akan memberikan layanan yang terbaik dan relevan kepada pelanggan agar sesuai dengan kebutuhan pelanggan. DOP dimulai dengan klien dari koneksi, tentang bagaimana personal branding dapat dimulai dan mendapatkan kepercayaan mereka untuk menggunakan layanan DOP. Dengan fokus pada dokumentasi acara, DOP akan menyasar acara pribadi, kampus, dan perusahaan dan membuatnya berkesan untuk diingat kembali.

Kevin Djandra adalah seorang fotografer dan videografer dengan pengalaman 3 tahun di bidangnya. Berawal pada tahun 2014, ia memutuskan untuk mendalami bidang fotografi dari berbagai candid ekspresi sekitarnya. Ia menyadari bahwa kegembiraan dan tawa dapat diabadikan melalui foto. Berbagai kenangan bisa membeku dan bisa diingat kembali. Acara adalah ruang lingkup fokusnya saat ini, mulai dari pernikahan, ulang tahun, gathering, dan seminar. Pemotretan model dan produk adalah ruang lingkup ekstra miliknya. Dengan ini, Kevin ikut bersama teman-temannya sebagai anggota tim yang berkolaborasi menjalankan DOP ke bidang yang lebih serius.

DOP hadir dengan media sosial tingkat berikutnya (live session) dan juga media sosial positif melalui video kampanye yang relevan. Untuk live sessionnya, misalnya, orang yang tidak bisa hadir tidak akan ketinggalan karena ada live session dari acara tersebut melalui media sosial DOP. Sedangkan untuk video terkait kampanye, untuk membangun dan memberdayakan masyarakat agar menggunakan media sosial untuk kebaikan yang lebih besar. Media sosial sendiri adalah platform yang ampuh untuk tujuan pemasaran.

DOP memang fokus pada layanan dokumentasi acara yang diberikan, namun bisa meluas ke pemotretan model dan produk di masa mendatang. DOP menargetkan pada pelanggan pribadi (ulang tahun, pernikahan dan hari jadi), perusahaan (gathering, seminar, video profil perusahaan), dan acara sekolah dan kampus.

DOP menggunakan media sosial (Instagram dan Situs Web) sebagai platform media untuk menjangkau lebih banyak pelanggan potensial dan akan mengikuti pameran sebagai salah satu strategi pemasaran. Media sosial adalah platform untuk calon klien dan orang-orang untuk mencari sementara platform situs web media bagi klien untuk memesan janji temu untuk konsultasi lebih lanjut. Di sisi lain, memberikan layanan sesuai dengan kebutuhan pelanggan akan dilakukan melalui rapat dan konsultasi. Pertemuan dengan klien berbicara tentang jenis dan bagaimana pelanggan menginginkan layanan DOP.

DOP membangun dan memelihara hubungan dengan pelanggan melalui manajer merek yang menangani klien. DOP berjalan dengan komunikasi pribadi dengan pelanggan, karena DOP akan membangun hubungan jangka panjang. Dan akan menjaga hubungan melalui testimoni pelanggan dan media sosial yang positif. DOP akan melakukan kampanye “I challenge you” untuk meningkatkan customer engagement sehingga kedua belah pihak memberikan kontribusi.

Layanan Foto dan Video, kolaborasi, dan pemasaran menjadi kunci utama dari kegiatan DOP nantinya. Untuk mendapatkan kepercayaan dari calon pelanggan di masa depan merupakan langkah awal dari kegiatan utama DOP. Sepanjang jalan, DOP menjalin hubungan yang kuat dan solid dengan klien dan bahkan pemasok. Kedua, kolaborasi, mendapatkan kepercayaan dari koneksi, dapat mengarah ke kemitraan yang hebat melalui kolaborasi. Kolaborasi ini berarti, DOP dan calon konsumen berjalan bersama dan mengambil bagian dalam hasil yang diakhiri sebagai cara kampanye DOP untuk meningkatkan kesadaran. Ini dalam bentuk “I Challenge You” untuk mendapatkan hak istimewa untuk sesi pemesanan berikutnya atau bergabung dengan sesi give-away.

Ketiga adalah pemasaran. Strategi koneksi dan kolaborasi mengarah ke pemasaran secara tidak langsung, melalui media sosial untuk menjangkau klien potensial dan bersamaan dengan pemasaran mulut ke mulut terbukti masih teknik pemasaran yang sangat efektif, karena orang-orang yang puas dengan hasil memberikan apresiasi dan rekomendasi mereka kepada rekan-rekan mereka. menggunakan layanan.

Mitra utama DOP adalah Penyelenggara Acara (pernikahan dan ulang tahun), komunikasi pemasaran (di dalam departemen perusahaan / kampus), organisasi (gerakan sosial dan organisasi kampus) dan toko persewaan. Untuk membangun kemitraan yang baik dengan kelompok-kelompok kunci ini dapat menambahkan DOP ke dalam daftar bisnis fotografi tepercaya mereka ke dalam hubungan jangka panjang dengan banyak acara mereka berlangsung.

DOP berfokus pada bagaimana menangkap acara dan menargetkan pada pelanggan pribadi (ulang tahun, pernikahan dan hari jadi), perusahaan (pertemuan, seminar, dan video profil publikasi perusahaan), dan ke acara sekolah dan kampus. Belum lagi tampilan DOP ke depan yang akan merambah ke produk dan model pemotretan karena tren pemasaran digital sedang uptrend di Indonesia dan di seluruh dunia.

DOP dalam menyasar target market lebih fokus pada event-event yang diselenggarakan, baik segmen bisnis maupun consumer market. DOP mulai fokus pada pendokumentasian acara.

Pada segmen pasar bisnis, terdapat korporasi dan sekolah atau kampus yang sering mengadakan event-event seperti gathering, seminar, school profile, kampanye korporasi, dan peluncuran produk baru korporasi. Pasalnya, DOP juga menerima pemotretan produk dan model di masa mendatang untuk memperluas cakupan segmen pasar bisnis.

Sedangkan pada segmen pasar pelanggan, ada lajang muda (yang merayakan ulang tahun), segera menikah (acara prewedding), pasangan menikah (hari pernikahan), dan keluarga dengan anak (hari jadi atau kumpul keluarga)

Menggunakan Komunikasi Pemasaran Terpadu sebagai Pada dasarnya, strategi pemasaran DOP menggunakan:

1.       Pemasaran dari mulut ke mulut, melalui referensi dari klien / pelanggan yang sudah menggunakan layanan DOP.

2.       Pemasaran interaktif, melalui kampanye positif media sosial untuk mendorong masyarakat menggunakan media sosialnya secara positif karena media sosial memiliki pengaruh yang kuat terhadap pola pikir masyarakat.

3.       Periklanan, melalui online (Instagram, situs web, sesi langsung) dan platform offline.

4.       Acara & pengalaman, melalui pameran dan portofolio acara.

5.       Pemasaran langsung, dengan mengikuti pameran pengantin dalam sebuah pameran.

6.   Promosi penjualan, melalui diskon atau sesi give-away dengan bergabung dalam kampanye DOP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: